Jl. Sunan Ampel No.7 Kota Kediri Jawa Timur 64127

(0354) 689282

UINSW Kediri dan UIN Antasari Banjarmasin Jajaki KKN Internasional di Arab Saudi dan Malaysia

Universitas Islam Negeri Syekh Wasil (UINSW) Kediri dan UIN Antasari Banjarmasin menjajaki kerja sama strategis guna memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi. Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Mekkah, Arab Saudi, dan Sarawak, Malaysia.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan UINSW Kediri, Prof. M. Dimyati Huda, menjelaskan bahwa inisiatif kolaboratif ini merupakan langkah konkret untuk memberikan pengalaman global kepada mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik antarperguruan tinggi Islam, baik di dalam maupun luar negeri.

“KKN Internasional ini bukan sekadar kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya dan spiritual. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman berharga dalam mengimplementasikan keilmuannya di tengah masyarakat internasional dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang berbeda,” jelasnya, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan, program KKN Internasional merupakan wujud pengembangan tridharma perguruan tinggi yang lebih kontekstual dan berdampak luas. Program ini juga sejalan dengan visi UINSW Kediri untuk menjadi universitas Islam unggul dan berdaya saing global.

“Alhamdulillah, di UINSW Kediri sudah terdapat Program Studi Manajemen Haji dan Umrah yang sangat relevan, meskipun mahasiswa dari seluruh program studi tetap dapat berpartisipasi. Nantinya, International Office and Partnership (IOP) akan berkoordinasi dengan LPPM. Realisasi KKN di Mekkah sangat memungkinkan, mengingat UIN Antasari telah lebih dahulu melaksanakannya,” tutur Prof. Dimyati.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Irfan Noor, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, KKN Internasional merupakan langkah progresif dalam memperkuat eksistensi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia di kancah global.

“KKN Internasional dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus diplomasi budaya. Setiap tahun kami secara rutin mengirim mahasiswa ke Mekkah dan Sarawak. Pelaksanaannya berjalan lancar dan memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga terhadap penguatan isian borang akreditasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, UIN Antasari siap berkolaborasi dalam seluruh tahapan persiapan program, mulai dari perancangan kurikulum kegiatan, pembekalan peserta, hingga pelaksanaan di lapangan.

Saat ini, kedua universitas tengah menyusun rancangan teknis dan administratif KKN Internasional tersebut. Sejumlah aspek yang dibahas meliputi pemetaan lokasi, bentuk kegiatan, mekanisme seleksi mahasiswa, serta kerja sama dengan lembaga mitra di Arab Saudi dan Malaysia.

Selain program KKN Internasional, penjajakan kerja sama juga mencakup rencana pendirian sejumlah program studi baru, di antaranya Bisnis Digital, Teknik Informatika, dan Ilmu Lingkungan. Inisiatif ini sejalan dengan rencana pendirian Fakultas Sains dan Teknologi di UIN Syekh Wasil Kediri.

 


You Might Also Like